Khairil Anwar: Pengawasan Pemilu Butuh Warga yang Terbiasa Memverifikasi
|
Palembang, BWSPLG — Bawaslu Kota Palembang menyatakan pengawasan pemilu membutuhkan warga yang terbiasa memeriksa kebenaran informasi, Kamis (22/10/2026).
Pernyataan itu disampaikan bertepatan dengan peringatan Hari Santri. Peringatan tahun ini mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas” dan digelar serentak mengikuti panduan Kementerian Agama.
“Pengawasan pemilu tidak dimulai dari laporan. Ia dimulai dari orang yang menahan diri sebelum menyebarkan kabar yang belum jelas,” kata Ketua Bawaslu Kota Palembang Khairil Anwar Simatupang.
Menurut Khairil, kebiasaan memeriksa sebelum mempercayai merupakan modal yang sama dengan kerja pengawasan. Ia menyebut kebiasaan itu tumbuh di lingkungan pendidikan mana pun, termasuk di pesantren.
“Kabar keliru menyebar lebih cepat daripada bantahannya,” kata Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran, Data dan Informasi (PPDatin) Bawaslu Kota Palembang Efan Yutawan.
Bawaslu Kota Palembang membuka ruang keterlibatan masyarakat dalam pengawasan partisipatif di luar maupun di dalam tahapan pemilu. Keterlibatan itu mencakup pemantauan tahapan, penyampaian informasi dugaan pelanggaran, hingga pendidikan politik di lingkungan masing-masing.
Masyarakat yang ingin terlibat dapat menghubungi Bawaslu Kota Palembang melalui kanal resmi lembaga.
Penulis dan Foto: Zainal Prima Putra
Editor: A. Fajri Hidayat