Yusnar Ajak Pengawas Pemilu Pelototi Ruang Siber
|
Palembang, BWSPLG — Di tengah derasnya arus informasi yang membanjiri ruang publik, pengawasan pemilu tidak lagi cukup dipahami sebagai kerja administratif semata. Pengawas pemilu dituntut peka dengan kebutuhan publik terhadap demokrasi kekinian.
Saat menjadi pembina pada apel Bawaslu Kota Palembang, Senin (2/2/2026) Anggota Bawaslu Kota Palembang Yusnar mengajak jajaran pengawas pemilu untuk lebih jeli dalam memantau ruang siber untuk menangkap isu-isu demokrasi yang memengaruhi persepsi publik. Menurutnya, ruang siber saat ini memiliki daya pengaruh yang besar dalam menentukan isu apa yang dianggap penting, diperbincangkan, bahkan dipercaya publik. Karena itu, pengawasan pemilu tidak boleh abai terhadap cara isu kepemiluan hadir dan bergerak di ruang siber.
“Saat ini isu-isu krusial demokrasi banyak bertebaran di ruang siber dan membentuk persepsi publik dalam berdemokrasi. Kita sebagai pengawas pemilu sekaligus pengawal demokrasi harus peka terhadap hal ini,” ujar Yusnar.
Menurutnya, tidak semua isu kepemiluan mendapat perhatian yang sama oleh publik. Isu yang sensasional kerap lebih cepat mengemuka, sementara persoalan substantif justru tenggelam. Kondisi ini, menjadi tantangan serius dalam menjaga kualitas demokrasi.
Dalam konteks tersebut, Yusnar menilai kecerdasan rakyat menjadi sangat penting dalam menyerap informasi. Masyarakat diharapkan tidak sekadar menerima informasi, tetapi mampu menimbang, membaca konteks, serta memahami kepentingan yang melatarbelakangi sebuah pemberitaan. "Saya pikir budaya literasi yang sehat harus digalakkan. Agar rakyat Indonesia tidak mudah termakan agitasi buruk dari orang yang ingin merusak demokrasi kita," tegasnya.
“Ketika publik memiliki kesadaran informasi yang baik, pengawasan tidak bekerja sendirian. Ada kesadaran kolektif yang ikut menjaga demokrasi,” tandas penyandang gelar Magister Ilmu Komunikasi ini mengakhiri amanatnya.
Penulis dan Foto: Zainal Prima Putra
Editor: A Fajri Hidayat