Lompat ke isi utama

Berita

Kerja Demokrasi Bukan Sesaat Tapi Proses

Jajaran Bawaslu Kota Palembang mengikuti kegiatan internal dalam rangka penguatan perspektif pengawasan demokrasi.

Jajaran Bawaslu Kota Palembang mengikuti kegiatan internal dengan tema penguatan perspektif pengawasan demokrasi, di kantor Bawaslu Palembang, baru-baru ini.

Palembang, BWSPLG — Pengawasan pemilu dipahami sebagai kerja demokrasi yang tidak bersifat sesaat, melainkan dijalankan secara berkelanjutan sebagai bagian dari tanggung jawab konstitusional.

“Pengawasan pemilu tidak berhenti pada tahapan elektoral, tetapi merupakan proses berkelanjutan dalam menjaga kualitas demokrasi,” ujar Khairil Anwar Simatupang, Ketua Bawaslu Kota Palembang, Senin (9/2/2026).

Pernyataan tersebut menegaskan cara pandang Bawaslu Kota Palembang bahwa pengawasan bukan hanya aktivitas teknis saat pemilu, tetapi kerja kelembagaan jangka panjang yang berorientasi pada integritas proses dan kepercayaan publik.

Di tengah tantangan demokrasi kontemporer mulai dari praktik politik transaksional, penyebaran disinformasi, hingga polarisasi sosial Bawaslu menempatkan pengawasan sebagai instrumen pencegahan sekaligus pendidikan politik bagi warga.

Khairil menekankan bahwa peran pengawas pemilu tidak semata-mata bersifat represif, melainkan juga edukatif dan preventif.

“Demokrasi yang sehat hanya dapat terjaga apabila seluruh prosesnya diawasi secara konsisten, objektif, dan bertanggung jawab,” tegasnya.

Sejalan dengan itu, Bawaslu Kota Palembang terus memperkuat konsolidasi internal sebagai fondasi utama pengawasan yang profesional dan berintegritas. Kesamaan visi, disiplin kelembagaan, serta penguatan kapasitas sumber daya manusia menjadi fokus yang dijalankan secara berkelanjutan.

Anggota Bawaslu Kota Palembang, Yusnar, menilai soliditas internal sebagai prasyarat penting bagi pengawasan yang kredibel dan dipercaya publik.

“Kepercayaan publik terhadap Bawaslu tumbuh dari kerja kolektif yang solid dan berkesinambungan,” ujarnya.

Penulis dan Foto: Zainal Prima Putra
Editor: A Fajri Hidayat