Rangkul Gen-Z, Bawaslu Palembang Tingkatkan Kesadaran Pendidikan Pemilih Pemula
|
Palembang, BWSPLG — Masa non-tahapan bukan ruang hampa demokrasi. Justru pada fase inilah fondasi kesadaran politik dibentuk, terutama bagi Generasi Z yang akan menentukan arah kualitas pemilu ke depan .
Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Humas (P2H) Bawaslu Kota Palembang, Muslim, menegaskan bahwa pendidikan pemilih bukan sebuah agenda seremonial belaka. “Jika partisipasi hanya dipahami sebagai hadir di TPS, kita kehilangan makna demokrasi itu sendiri. Pendidikan pemilih harus membentuk karakter, bukan sekadar angka partisipasi,” ujar Muslim di Palembang Senin (2/3/2026).Menurut MuslimGenerasi Z memerlukan pendekatan dialogis dan berbasis pengalaman, di mana literasi regulasi berjalan seiring dengan praktik pengawasan partisipatif.
Sementara itu, Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran, Data, dan Informasi, Efan Yutawan, menekankan bahwa literasi digital menjadi aspek krusial dalam membangun pemilih yang kritis. “Generasi muda hidup dalam arus informasi yang sangat cepat. Tanpa kemampuan membaca data dan memverifikasi informasi, partisipasi bisa terjebak dalam persepsi, bukan substansi,” jelasnya.
Bawaslu Kota Palembang memandang bahwa penguatan pendidikan pemilih merupakan investasi jangka panjang demokrasi. Sebab kualitas pemilu tidak ditentukan hanya oleh regulasi yang kuat, tetapi oleh kesadaran warga yang matang.
Penulis: Zainal Prima Putra
Foto: Dokumentasi Bawaslu Palembang
Editor: A Fajri Hidayat