Muslim: Jaga Demokrasi Harus Kolektif
|
Palembang, BWSPLG — Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Humas (P2H) Bawaslu Kota Palembang Muslim mengungkapkan pengalaman Pemilu dari waktu ke waktu menunjukkan satu hal mendasar: demokrasi hanya akan tetap hidup jika diawasi dan dijaga secara kolektif, tidak semata diserahkan pada penyelenggara. “Jejak Pemilu mengajarkan bahwa demokrasi bukan sekadar prosedur lima tahunan. Ia hidup ketika masyarakat terlibat, memahami perannya, dan berani menjaga nilai keadilan dalam setiap tahapan,” ujar Muslim, di Palembang Jumat (23/1/2026).
Menurutnya, pengawasan partisipatif merupakan kunci agar demokrasi tidak kehilangan substansi. Ketika publik hanya menjadi penonton, demokrasi berisiko menyempit menjadi formalitas. Sebaliknya, keterlibatan aktif masyarakat menjadikan Pemilu sebagai ruang pembelajaran bersama.
Muslim menegaskan bahwa peran Bawaslu tidak hanya mencegah pelanggaran, tetapi juga memastikan kesadaran publik terus tumbuh melalui edukasi dan pencegahan. Dengan membaca ulang pengalaman Pemilu sebelumnya, Bawaslu dapat memetakan strategi pengawasan yang lebih responsif dan kontekstual.
Melalui refleksi atas jejak Pemilu, Bawaslu Kota Palembang berkomitmen menjaga demokrasi tetap hidup bukan hanya sah secara hukum, tetapi juga dirasakan adil dan bermakna oleh masyarakat.
Penulis dan Foto: Zainal Prima Putra
Editor: A. Fajri Hidayat