KHAS: Pencegahan Butuh Kepekaan Baca Situasi
|
Palembang BWSPLG — Ketua Bawaslu Kota Palembang Khairil Anwar Simatupang, mengatakan pencegahan merupakan kerja yang menuntut kesungguhan lebih, karena dilakukan sebelum masalah benar-benar terjadi. Tantangannya bukan hanya teknis, tetapi juga menyangkut kedewasaan semua pihak dalam memahami aturan dan tanggung jawab demokrasi.
“Pencegahan itu tidak sederhana. Ia menuntut kepekaan membaca situasi, ketegasan menyampaikan batas, dan konsistensi menjaga proses. Tetapi manfaatnya besar, karena demokrasi tidak perlu dipulihkan jika sejak awal dijaga,” ujar Khairil, di Palembang, Rabu (21/1/2026) .
Pria dengan akronim nama KHAS ini mengungkapkan pengawasan yang kuat tidak selalu ditandai dengan banyaknya penindakan, melainkan dengan berkurangnya potensi pelanggaran sejak tahapan awal. Di situlah nilai guna pencegahan bekerja menjaga proses tetap tertib, adil, dan berintegritas tanpa harus menunggu konflik muncul ke permukaan.
Dia menambahkan, pengalaman kepemiluan menunjukkan bahwa banyak persoalan lahir dari kelalaian kecil yang tidak dicegah sejak dini. Oleh karena itu, Bawaslu memandang pencegahan sebagai fondasi utama pengawasan, bukan pelengkap dari penindakan.
“Demokrasi yang sehat bukan yang berseliweran sengketa, tetapi yang prosesnya berjalan dengan kesadaran dan kepatuhan bersama,” katanya.
Melalui penguatan pencegahan, Bawaslu Kota Palembang berupaya memastikan bahwa setiap tahapan Pemilu berlangsung dalam koridor hukum, sekaligus menjaga kepercayaan publik terhadap proses demokrasi yang sedang dan akan dijalankan.
Penulis dan Foto: Zainal Prima Putra
Editor: A. Fajri Hidayat