Khairil Dorong Mahasiswa Bijak Bermedia dan Kritis Mengawal Demokrasi
|
Palembang, BWSPLG — Mahasiswa didorong tidak berhenti sebagai pengguna informasi, tetapi mengambil posisi sebagai bagian dari kekuatan yang menjaga kualitas demokrasi. Pesan tersebut disampaikan Ketua Bawaslu Kota Palembang, Khairil Anwar Simatupang, saat menjadi pemateri dalam PBAK Mahakarsa Fakultas Dakwah dan Komunikasi 2026, Senin, (31/08/2026), di Gedung Academic Center, UIN Raden Fatah Palembang.
Mengangkat materi “Mahasiswa Cerdas Berdemokrasi: Bijak Bermedia, Kritis Mengawasi, dan Berintegritas”, Khairil mengajak mahasiswa melihat demokrasi secara lebih luas. Demokrasi tidak hanya berkaitan dengan pelaksanaan pemilu, tetapi juga bagaimana masyarakat menggunakan informasi, menyampaikan pendapat, menyikapi perbedaan, dan menjalankan kontrol sosial.
“Mahasiswa jangan hanya menjadi pengguna informasi. Mahasiswa harus mampu memeriksa informasi, berpikir kritis, dan mengambil bagian dalam menjaga demokrasi agar tetap sehat dan berintegritas,” ujar Khairil.
Perkembangan ruang digital, menurut Khairil, membuat mahasiswa memiliki posisi yang semakin strategis dalam kehidupan demokrasi. Media sosial dapat menjadi ruang pendidikan dan partisipasi publik, tetapi juga berpotensi menjadi ruang penyebaran informasi yang menyesatkan apabila tidak disertai kemampuan literasi yang memadai.
Karena itu, kecakapan bermedia perlu berjalan bersama keberanian mengawasi. Mahasiswa dapat mengambil peran melalui kebiasaan memverifikasi informasi, menyampaikan kritik secara bertanggung jawab, menghargai perbedaan, serta menolak berbagai praktik yang berpotensi merusak kualitas demokrasi.
Pesan tersebut sekaligus memperkuat pentingnya pengawasan partisipatif yang terus didorong Bawaslu. Pengawasan pemilu tidak dapat sepenuhnya bertumpu pada jajaran pengawas. Keterlibatan masyarakat, termasuk mahasiswa, menjadi bagian penting dalam memperluas daya jangkau pengawasan sekaligus membangun kesadaran demokrasi di tengah masyarakat.
“Pengawasan demokrasi tidak cukup dikerjakan oleh lembaga pengawas. Kita membutuhkan masyarakat yang mau peduli, berani mengawasi, dan memahami bahwa menjaga demokrasi adalah tanggung jawab bersama,” ujar Khairil.
Dalam konteks tersebut, mahasiswa memiliki ruang yang luas untuk menjalankan fungsi kontrol sosial. Pengetahuan yang diperoleh di ruang akademik dapat diterjemahkan menjadi sikap kritis dalam kehidupan masyarakat, termasuk ketika berhadapan dengan informasi politik dan berbagai dinamika demokrasi di ruang digital.
PBAK Mahakarsa Fakultas Dakwah dan Komunikasi 2026 menjadi salah satu ruang untuk memperkenalkan nilai demokrasi kepada generasi muda. Melalui tema yang diangkat, mahasiswa diajak membangun kecerdasan bermedia, keberanian mengawasi, serta integritas sebagai fondasi dalam menjalankan peran di tengah masyarakat.
Bagi Bawaslu Kota Palembang, penguatan literasi demokrasi kepada generasi muda menjadi bagian dari investasi pengawasan jangka panjang. Mahasiswa yang kritis, bijak bermedia, dan berintegritas diharapkan tidak hanya memahami demokrasi, tetapi turut menjadi bagian dari masyarakat yang menjaganya. (/ZPP)*
Penulis: Zainal Prima Putra
Foto: Humas Bawaslu Kota Palembang
Editor: A. Fajri Hidayat