Kekompakan Jajaran Menjadi Modal Sosial Kuatkan Kelembagaan Bawaslu Palembang
|
Palembang, BWSPLG — Sebuah organisasi tidak hanya tumbuh melalui aturan, pembagian tugas, dan target kerja yang harus dicapai. Di balik keberlangsungan sebuah lembaga, terdapat kekuatan lain yang menentukan perjalanan organisasi, yaitu kemampuan setiap unsur di dalamnya untuk membangun komunikasi, menjaga kepercayaan, dan bergerak dalam semangat yang sama.
Bagi Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Humas (P2H) Bawaslu Kota Palembang, Muslim, kekompakan jajaran merupakan modal sosial penting dalam memperkuat kelembagaan. Hal tersebut disampaikan dalam apel pagi rutin bersama jajaran sekretariat Bawaslu Kota Palembang pada penghujung Agustus 2026.
“Yang harus kita jaga adalah kekompakan. Setiap orang memiliki tugas dan tanggung jawab masing-masing, tetapi tujuan kelembagaan harus tetap berjalan bersama. Komunikasi dan saling mendukung menjadi kekuatan kita dalam menjalankan tugas,” ujar Muslim.
Menurut Muslim, apel pagi bukan hanya menjadi rutinitas kedinasan, tetapi juga ruang pembinaan untuk memperkuat koordinasi dan menyamakan pemahaman antarjajaran. Melalui komunikasi yang terbangun secara rutin, setiap bagian dapat memahami peran masing-masing dalam mendukung kerja kelembagaan.
Ia menilai, tantangan organisasi tidak selalu datang dari persoalan teknis. Dalam banyak hal, keberhasilan kerja kelembagaan juga dipengaruhi oleh kemampuan jajaran dalam menjaga hubungan kerja, membangun kepedulian, serta memastikan setiap tugas berjalan dalam semangat kebersamaan.
“Kadang tantangan dalam pekerjaan bukan hanya bagaimana menyelesaikan tugas, tetapi bagaimana kita tetap menjaga komunikasi dan saling membantu. Karena organisasi tidak dibangun oleh satu orang, melainkan oleh kerja bersama seluruh jajaran,” katanya.
Pandangan tersebut menjadi relevan ketika Bawaslu Kota Palembang tengah mempersiapkan sejumlah agenda kelembagaan pada tahapan berikutnya. Salah satunya adalah pelaksanaan Bawaslu Membelajarkan yang menjadi ruang untuk memperkuat pembelajaran organisasi melalui pengalaman dan pengetahuan kelembagaan.
Program tersebut membutuhkan kesiapan bersama, baik dari sisi substansi maupun teknis pelaksanaan. Koordinasi antara jajaran pimpinan dan sekretariat terus dilakukan agar setiap proses dapat dipersiapkan dengan baik.
Koordinator Divisi SDM, Organisasi dan Diklat Bawaslu Kota Palembang, Yusnar, sebelumnya juga menekankan pentingnya keberlanjutan pengetahuan organisasi. Menurutnya, organisasi yang kuat bukan hanya memiliki sumber daya manusia yang mampu bekerja, tetapi juga mampu menjaga pengetahuan agar terus berkembang dan menjadi bagian dari memori kelembagaan.
Dalam konteks tersebut, Bawaslu Membelajarkan menjadi salah satu upaya untuk mengolah pengalaman pengawasan menjadi pengetahuan yang dapat dipelajari dan dikembangkan bersama.
Selain persiapan program tersebut, jajaran sekretariat juga terus mendukung pelaksanaan monitoring dan evaluasi (monev) bersama tim PPID. Proses monev berjalan dengan aman sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas pengelolaan keterbukaan informasi publik di lingkungan Bawaslu Kota Palembang.
Memasuki September, jajaran Bawaslu Kota Palembang juga mulai mempersiapkan pelaksanaan Uji Petik PDPB sebagai bagian dari tahapan menuju agenda Pleno Oktober. Kesiapan teknis lapangan menjadi perhatian agar pelaksanaan tugas tidak terganggu oleh kendala yang bersifat administratif maupun teknis.
Bagi Muslim, kekompakan tidak hanya diperlukan ketika lembaga menghadapi agenda tertentu, tetapi perlu menjadi nilai yang tumbuh dalam budaya kerja organisasi.
“Organisasi akan semakin kuat ketika seluruh jajaran memiliki semangat yang sama. Tugas boleh berbeda, tetapi tanggung jawab terhadap lembaga tetap menjadi tujuan bersama,” ujar Muslim.
Menutup Agustus 2026, Bawaslu Kota Palembang terus memperkuat koordinasi internal melalui pembinaan rutin kepada jajaran sekretariat. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kesiapan, profesionalitas, dan soliditas organisasi dalam menjalankan setiap tugas kelembagaan.
Sebab sebuah lembaga tidak hanya dibangun dari pekerjaan yang selesai pada hari ini.
Ia bertumbuh dari bagaimana setiap orang menjaga kebersamaan, meneruskan nilai kerja, dan menyiapkan kekuatan organisasi untuk menghadapi tantangan pada masa berikutnya. (/ZPP)*
Penulis: Zainal Prima Putra
Foto: Humas Bawaslu Kota Palembang
Editor: A. Fajri Hidayat