Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Palembang Perluas Perspektif Pengawasan dengan Diskusi

Pimpinan Bawaslu Kota Palembang bersama jajaran sekretariat mengikuti diskusi internal dalam suasana dialogis, membahas isu geopolitik dan relevansinya terhadap pengawasan pemilu pada Rabu, (04/02/2026).

Pimpinan dan staf Bawaslu Kota Palembang berdiskusi membahas isu geopolitik dan relevansinya terhadap pengawasan pemilu, di Sekretariat Bawaslu Kota Palembang, Rabu (4/2/2026).

Palembang, BWSPLG — Bawaslu Kota Palembang kembali menggelar diskusi internal Rabu (4/2/2026). Kali ini topik diskusi membahas persoalan Geopolitik dan Sumber Daya. “Pengawasan pemilu tidak berdiri di ruang hampa. Ia selalu berkelindan dengan arah kebijakan negara, relasi kekuasaan, dan dinamika global yang memengaruhi kehidupan politik nasional,”  ujar Anggota Bawaslu Kota Palembang, Efan Yutawan, saat membuka diskusi yang berlangsung di ruang rapat Bawaslu Kota Palembang.

Efan mengungkapkan, belakangan ini pemilu kerap dipersempit sebagai agenda teknis dan prosedural. Padahal dalam praktiknya isu kepemiluan berada dalam pusaran kepentingan ekonomi-politik yang jauh lebih luas. Tanpa pemahaman konteks tersebut, lanjut Efan, pengawasan berisiko kehilangan kedalaman dan hanya berjalan di tataran regulasi saja.

Diskusi internal yang berlangsung dalam suasana reflektif ini diikuti oleh pimpinan dan jajaran sekretariat Bawaslu Kota Palembang. Diskusi semacam ini merupakan bagian dari upaya membangun cara pandang kritis terhadap isu-isu demokrasi kontemporer. Fokus pembahasan diarahkan pada geopolitik global, nasionalisme sumber daya, serta implikasinya terhadap kebijakan publik dan kualitas demokrasi di Indonesia.

Anggota Bawaslu Kota Palembang lainnya, Muslim menambahkan bahwa arus informasi global dan narasi ekonomi-politik kerap memengaruhi persepsi publik terhadap pemilu, termasuk di tingkat lokal. Kondisi tersebut menuntut pengawas pemilu untuk tidak hanya cermat secara normatif, tetapi juga peka terhadap konstruksi wacana yang berkembang di ruang publik.

“Hasil dari pengawasan tidak cukup ditindaklanjuti dengan penindakan belakang. Tapi juga harus bermuara pada upaya menjaga nalar publik agar demokrasi tidak direduksi menjadi sekadar kontestasi kekuasaan,” ujar Muslim.

Ketua Bawaslu Kota Palembang, Khairil Anwar Simatupang menyebut diskusi semacam ini penting untuk menyatukan perspektif pimpinan dan staf dalam menjalankan pengawasan, khususnya di luar tahapan pemilu. Menurutnya, penguatan kapasitas berpikir menjadi bagian dari strategi pencegahan jangka panjang.

Melalui diskusi ini, lanjut dia, Bawaslu Kota Palembang menegaskan komitmennya untuk tidak menempatkan pengawasan pemilu semata sebagai rutinitas kelembagaan. Pengawasan dipahami sebagai kerja sadar yang bertumpu pada pemahaman utuh atas dinamika politik, ekonomi, dan informasi yang membentuk praktik demokrasi.

Penulis dan Foto: Zainal Prima Putra
Editor: A Fajri Hidayat