Bawaslu Palembang: Masa Depan Pengawasan Ada pada Kualitas Manusia
|
Palembang, BWSPLG — Bawaslu Kota Palembang menekankan penguatan sumber daya manusia sebagai fondasi utama menghadapi kompleksitas pengawasan Pemilu 2029, dalam diskusi pimpinan dan jajaran sekretariat, Rabu (15/7/2026), di Ruang Rapat Utama Kantor Bawaslu Kota Palembang.
Diskusi membahas kesiapan organisasi menghadapi perkembangan kecerdasan buatan, analisis data, dan teknologi digital yang mengubah pola kerja pengawasan.
Koordinator Divisi Sumber Daya Manusia, Organisasi, dan Diklat Bawaslu Kota Palembang Yusnar menyampaikan, perkembangan teknologi menuntut pembaruan pola pelatihan pengawas. Menurutnya, pelatihan tidak cukup berorientasi pada penguasaan regulasi kepemiluan semata.
“Teknologi tidak pernah menggantikan manusia. Yang terjadi adalah manusia yang mampu menguasai teknologi akan menggantikan manusia yang tidak mampu beradaptasi,” kata Yusnar. “Karena itu, masa depan terbesar pengawasan pemilu bukan pada perangkatnya, tetapi pada kualitas orang yang mengoperasikannya,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pembaruan pelatihan perlu diarahkan untuk membangun kemampuan berpikir kritis, analisis digital, serta pengambilan keputusan berbasis data. Ketiganya dinilai menjadi keterampilan dasar pengawas pada pemilu mendatang.
Yusnar memandang masa non-tahapan sebagai ruang strategis menyiapkan organisasi yang lebih adaptif. Menurutnya, penguatan kapasitas yang dibangun sejak sekarang akan memastikan kualitas sumber daya manusia bergerak seiring perkembangan teknologi ketika tahapan pemilu dimulai.
Ia menambahkan, kesiapan sumber daya manusia menjadi penentu akhir kualitas pengawasan. Secanggih apa pun instrumen yang tersedia, pelaksanaannya tetap bertumpu pada kecakapan dan integritas pengawas di lapangan.
Bawaslu Kota Palembang menegaskan penguatan kapasitas sumber daya manusia menjadi agenda berkelanjutan dalam mengawal demokrasi menuju Pemilu 2029.
Penulis: Zainal Prima Putra
Foto: Humas Bawaslu Kota Palembang
Editor: A Fajri Hidayat