Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Palembang Dorong Peran Mahasiswa dalam Penguatan Literasi Kepemiluan

Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran, Data dan Informasi (PPDatin) Bawaslu Kota Palembang Efan Yutawan berbincang dengan mahasiswa usai mengikuti Forum Konsultasi Publik (FKP) Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) yang diselenggarakan KPU Kota Palembang di Aula Demokrasi KPU Kota Palembang, Kamis (23/07/2026). Diskusi tersebut membahas pentingnya partisipasi generasi muda dalam membangun literasi kepemiluan dan menjaga kualitas data pemilih. (Foto: Humas Bawaslu Kota Palembang).

Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran, Data dan Informasi (PPDatin) Bawaslu Kota Palembang Efan Yutawan berbincang dengan mahasiswa usai mengikuti Forum Konsultasi Publik (FKP) Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) yang diselenggarakan KPU Kota Palembang di Aula Demokrasi KPU Kota Palembang, Kamis (23/07/2026). Diskusi tersebut membahas pentingnya partisipasi generasi muda dalam membangun literasi kepemiluan dan menjaga kualitas data pemilih. (Foto: Humas Bawaslu Kota Palembang).

 

Palembang, BWSPLG — Demokrasi tidak hanya dibangun melalui regulasi dan penyelenggara pemilu. Di balik kualitas penyelenggaraan Pemilu, terdapat peran masyarakat yang memahami hak dan tanggung jawabnya sebagai warga negara. Karena itu, perguruan tinggi dipandang memiliki posisi strategis dalam memperkuat literasi kepemiluan sekaligus mendorong partisipasi publik sejak masa non-tahapan.

Perspektif tersebut mengemuka dalam diskusi Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran, Data dan Informasi (PPDatin) Bawaslu Kota Palembang Efan Yutawan bersama sejumlah mahasiswa usai mengikuti Forum Konsultasi Publik (FKP) Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Palembang di Aula Demokrasi KPU Kota Palembang, Kamis (23/07/2026).

Menurut Efan, mahasiswa memiliki kapasitas sebagai agen perubahan yang mampu menjembatani informasi kepemiluan kepada masyarakat. Tidak hanya melalui kajian akademik, tetapi juga melalui edukasi dan penyebarluasan informasi yang benar mengenai hak pilih serta pentingnya pembaruan data kependudukan.

"Mahasiswa memiliki daya kritis dan kedekatan dengan masyarakat. Potensi tersebut dapat menjadi kekuatan dalam membangun kesadaran publik bahwa menjaga kualitas demokrasi tidak hanya dilakukan saat hari pemungutan suara, tetapi juga dimulai dari memastikan setiap warga negara memiliki hak pilih yang terlindungi," ujar Efan.

Ia menjelaskan bahwa tantangan penyelenggaraan Pemilu semakin kompleks seiring tingginya mobilitas penduduk dan perubahan data kependudukan. Dalam kondisi tersebut, masyarakat perlu memahami pentingnya melaporkan perubahan identitas, perpindahan domisili, maupun perubahan status kependudukan kepada instansi yang berwenang agar proses pemutakhiran data pemilih dapat berlangsung secara optimal.

Bagi Bawaslu, penguatan demokrasi tidak cukup hanya melalui pengawasan terhadap tahapan Pemilu. Pendidikan politik dan literasi kepemiluan kepada masyarakat juga menjadi bagian penting dalam membangun budaya demokrasi yang sehat, partisipatif, dan berintegritas.

Diskusi bersama mahasiswa tersebut juga menjadi ruang bertukar gagasan mengenai tantangan demokrasi di era digital, peningkatan partisipasi pemilih muda, serta pentingnya kolaborasi antara penyelenggara pemilu, perguruan tinggi, dan masyarakat dalam memperkuat kualitas penyelenggaraan Pemilu.

Efan berharap kampus tidak hanya menjadi tempat lahirnya kajian akademik mengenai kepemiluan, tetapi juga menjadi ruang tumbuhnya kesadaran kolektif untuk menjaga integritas demokrasi.

"Semakin banyak masyarakat yang memahami pentingnya data pemilih, pengawasan, dan partisipasi dalam demokrasi, maka semakin kuat pula fondasi penyelenggaraan Pemilu yang berintegritas,"katanya.

Bagi Bawaslu Kota Palembang, kolaborasi dengan perguruan tinggi merupakan bagian dari upaya memperluas pendidikan pengawasan partisipatif. Melalui keterlibatan generasi muda, diharapkan nilai-nilai demokrasi, kepatuhan terhadap regulasi, serta kesadaran menjaga hak pilih dapat terus berkembang sebagai fondasi penyelenggaraan Pemilu dan Pemilihan yang berkualitas. (*/ZPP)

Penulis: Zainal Prima Putra
Foto: Humas Bawaslu Kota Palembang
Editor: A Fajri Hidayat