Bawaslu Palembang Dorong Pelajar Menjadi Mitra Pengawasan Partisipatif
|
Palembang, BWSPLG — Penguatan pengawasan partisipatif tidak hanya dibangun melalui sosialisasi kepada masyarakat, tetapi juga melalui kemitraan dengan organisasi kepemudaan dan kepelajaran. Semangat tersebut menjadi pokok pembahasan dalam audiensi antara Ketua Bawaslu Kota Palembang, Khairil Anwar Simatupang, dengan pengurus Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) dan Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU) Sumatera Selatan di Kantor Bawaslu Kota Palembang, Senin (20/07/2026).
Audiensi dipimpin Ketua PW IPNU Sumatera Selatan, Riko, bersama Ketua PW IPPNU Sumatera Selatan, Dara Puspita Sari. Pertemuan tersebut membahas agenda Pelantikan dan Rapat Pimpinan Wilayah (Rapimwil) IPNU-IPPNU Sumatera Selatan yang dijadwalkan berlangsung pada 22–23 Agustus 2026 di Hotel Swarna Dwipa Palembang dengan mengusung tema "Mengokohkan Kepemimpinan Pelajar Nahdlatul Ulama yang Adaptif, Kolaboratif, dan Berdaya Saing untuk Sumatera Selatan Berkemajuan."
Selain menyampaikan agenda organisasi, pengurus IPNU dan IPPNU Sumatera Selatan juga menjajaki peluang kolaborasi bersama Bawaslu Kota Palembang dalam memperkuat pendidikan pengawasan partisipatif di kalangan pelajar. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat menjadi ruang pembelajaran demokrasi sekaligus mendorong tumbuhnya kepedulian generasi muda terhadap penyelenggaraan Pemilu dan Pemilihan yang berintegritas.
Khairil menyambut baik inisiatif tersebut. Menurutnya, organisasi kepelajaran memiliki posisi strategis dalam membangun kesadaran demokrasi serta memperluas partisipasi masyarakat dalam pengawasan pemilu sejak usia muda.
"Pelajar dan generasi muda bukan sekadar objek sosialisasi, melainkan mitra pengawasan. Kesadaran menjaga integritas pemilu harus dibangun sejak dini agar tumbuh menjadi budaya demokrasi yang kuat di tengah masyarakat,"kata Khairil.
Ia menilai keterlibatan organisasi kepelajaran akan memperkuat ekosistem pengawasan partisipatif, khususnya dalam meningkatkan literasi kepemiluan di kalangan pemilih pemula. Menurutnya, generasi muda memiliki potensi besar menjadi agen edukasi demokrasi yang mampu menyebarluaskan nilai-nilai kejujuran, keadilan, dan integritas di lingkungan sekitarnya.
"Kami membuka ruang seluas-luasnya bagi kolaborasi yang konstruktif. Sinergi dengan IPNU dan IPPNU diharapkan tidak hanya memperkuat literasi kepemiluan, tetapi juga menumbuhkan kesadaran kolektif bahwa menjaga kualitas demokrasi merupakan tanggung jawab bersama," ujarnya.
Khairil menambahkan bahwa pengawasan partisipatif merupakan salah satu pilar penting dalam penyelenggaraan Pemilu dan Pemilihan. Oleh karena itu, Bawaslu terus mendorong keterlibatan berbagai elemen masyarakat, termasuk organisasi kepemudaan, organisasi kemasyarakatan, perguruan tinggi, komunitas, dan kalangan pelajar sebagai mitra strategis dalam membangun budaya pengawasan yang berkelanjutan.
Melalui audiensi tersebut, Bawaslu Kota Palembang menegaskan komitmennya untuk terus memperluas jejaring pengawasan partisipatif melalui kolaborasi lintas organisasi. Kemitraan yang dibangun diharapkan mampu memperkuat pendidikan demokrasi, meningkatkan literasi kepemiluan, serta mendorong lahirnya generasi muda yang aktif berpartisipasi dalam menjaga integritas Pemilu dan Pemilihan menuju demokrasi yang jujur, adil, dan bermartabat. (/ZPP)*
Penulis: Zainal Prima Putra
Foto: Humas Bawaslu Kota Palembang
Editor: A Fajri Hidayat