Lompat ke isi utama

Berita

Penguatan SDM Dimulai dari Penyamaan Persepsi Aparatur

Anggota Bawaslu Kota Palembang Koordinator Divisi Sumber Daya Manusia, Organisasi, Pendidikan dan Pelatihan (SDMOD) Yusnar memberi arahan teknis sebelum mengikuti pembukaan Orientasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Bawaslu se-Provinsi Sumatera Selatan kepada PPPK Bawaslu Kota Palembang di ruang rapat utama Kantor Bawaslu Kota Palembang, Senin (20/07/2026). (Foto: Humas Bawaslu Kota Palembang)

Anggota Bawaslu Kota Palembang, Koordinator Divisi Sumber Daya Manusia, Organisasi, Pendidikan dan Pelatihan (SDMOD) Yusnar memberi arahan teknis sebelum mengikuti pembukaan Orientasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Bawaslu se-Provinsi Sumatera Selatan kepada lima PPPK Bawaslu Kota Palembang beserta staf Sekretariat di ruang rapat utama Kantor Bawaslu Kota Palembang, Senin (20/07/2026).

Palembang, BWSPLG — Penguatan pengawasan pemilu tidak dimulai ketika tahapan berlangsung. Ia dimulai dari aparatur yang memiliki pemahaman yang sama tentang nilai organisasi, etika pelayanan publik, serta tanggung jawab menjaga integritas kelembagaan.

Komitmen tersebut menjadi dasar penyelenggaraan Orientasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) Bawaslu se-Provinsi Sumatera Selatan yang dibuka secara daring pada Senin (20/07/2026).

Bawaslu Kota Palembang mengikutsertakan lima PPPK dalam kegiatan tersebut, yakni Muhammad Ilham Akbar, Santi Rosa Lina, Sudarmawan, Rahmad Zamzami, dan Ahmad Syofiuddin.

Orientasi dilaksanakan sebagai tindak lanjut Surat Sekretaris Jenderal Bawaslu Republik Indonesia Nomor B-1936/KP.06.04/SJ/06/2026 tentang Penyelenggaraan Orientasi PPPK, Management of Training (MoT), dan Penyamaan Persepsi Pemateri Orientasi PPPK di lingkungan Bawaslu se-Provinsi Sumatera Selatan.

Anggota Bawaslu Kota Palembang Koordinator Divisi Sumber Daya Manusia, Organisasi, Pendidikan dan Pelatihan (SDMOD) Yusnar mengatakan orientasi menjadi tahapan awal dalam membangun kesamaan persepsi seluruh aparatur baru terhadap tugas, fungsi, dan budaya kerja Bawaslu.

“Orientasi bukan sekadar pengenalan lingkungan kerja. Yang lebih penting adalah membangun pemahaman yang sama mengenai nilai organisasi, profesionalisme, dan tanggung jawab sebagai aparatur yang mendukung pelaksanaan pengawasan pemilu,” kata Yusnar.

Menurutnya, kesamaan persepsi menjadi fondasi penting dalam membangun koordinasi dan kualitas pelayanan di lingkungan Bawaslu. Aparatur yang memahami peran kelembagaan akan lebih siap menghadapi dinamika pengawasan yang terus berkembang.

Orientasi PPPK Bawaslu se-Provinsi Sumatera Selatan dijadwalkan berlangsung mulai 22 Juli hingga 26 Agustus 2026 menggunakan metode distance learning. Selama pelaksanaan kegiatan, peserta memperoleh pembelajaran mengenai nilai dasar ASN, organisasi Bawaslu, tata kelola pemerintahan, pelayanan publik, hingga penguatan kompetensi sesuai bidang tugas masing-masing.

Yusnar berharap seluruh peserta mampu memanfaatkan orientasi sebagai ruang pembelajaran sekaligus proses internalisasi budaya kerja Bawaslu.

“Kompetensi dapat terus ditingkatkan melalui pembelajaran. Namun integritas, disiplin, dan komitmen terhadap organisasi harus tumbuh menjadi budaya kerja setiap aparatur,” ujarnya.

Melalui penguatan kapasitas aparatur, Bawaslu Kota Palembang terus membangun sumber daya manusia yang profesional, berintegritas, dan adaptif sebagai bagian dari penguatan kelembagaan dalam mengawal Pemilu dan Pemilihan yang demokratis. 

Penulis: Zainal Prima Putra
Foto: Humas Bawaslu Kota Palembang
Editor: A Fajri Hidayat