Khairil Anwar: Pelanggaran Pemilu Sudah Pindah ke Layar
|
Palembang, BWSPLG — Bawaslu Kota Palembang memperkuat kemampuan pengawasan di ruang digital dengan mengikuti seminar internasional di UIN Raden Fatah Palembang, Selasa (22/9/2026).
"Pelanggaran pemilu sudah pindah ke layar. Cara mengawasinya tidak bisa tetap sama," kata Ketua Bawaslu Kota Palembang Khairil Anwar Simatupang.
Seminar bertajuk International Seminar on Adab and Humanities 2026 itu berlangsung di Aula Fakultas Adab dan Humaniora. Temanya menyoroti transformasi digital, pengetahuan, dan kuasa dalam kontekstualisasi ulang peradaban Islam.
Bawaslu Kota Palembang mengutus dua peserta atas permohonan Dekan Fakultas Adab dan Humaniora. Koordinator Sekretariat Bawaslu Kota Palembang M. Fajar menjadi salah satu peserta yang diutus.
Seminar menghadirkan akademisi dari empat kampus di tiga negara. Mereka adalah Etaf Alkhailafat dari Arab Open University of Bahrain dan Samsul Farid Samsudin dari University of Malaya.
Dua pembicara lain adalah Mukhsin Jamil dari UIN Walisongo Semarang dan Zakiya Darajat dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta.
Para pembicara menilai transformasi digital menggeser cara pengetahuan dikuasai dan cara ruang publik dikelola. Perpindahan ke kanal digital disebut mengubah pengelolaan data, penyampaian informasi, dan pembangunan transparansi.
Pemanfaatan teknologi dinilai perlu diimbangi literasi yang kuat agar dampaknya terarah.
"Mengawasi ruang digital menuntut pengetahuan yang terus diperbarui. Karena itu jajaran perlu mengasahnya dari luar," ujar Khairil.
Bawaslu Kota Palembang mengarahkan pemahaman itu pada pengembangan pengawasan partisipatif berbasis teknologi. Lembaga juga menyiapkan langkah menghadapi tantangan pengawasan di ruang siber. (/ZPP)*
Penulis: Zainal Prima Putra
Editor: A. Fajri Hidayat
Foto: Humas Bawaslu Kota Palembang