Lompat ke isi utama

Berita

Alumni SKPP dan P2P Palembang Deklarasikan Komunitas SAWASLU

Pimpinan Bawaslu Kota Palembang bersama Pimpinan Bawaslu Provinsi Sumatera Selatan dan alumni SKPP serta P2P Kota Palembang seusai pembentukan komunitas SAWASLU. Pertemuan digelar di Kantor Bawaslu Provinsi Sumatera Selatan, Senin (12/10/2026). (Foto: Humas Bawaslu Provinsi Sumsel)

Pimpinan Bawaslu Kota Palembang bersama Pimpinan Bawaslu Provinsi Sumatera Selatan dan alumni SKPP serta P2P Kota Palembang seusai pembentukan komunitas SAWASLU. Pertemuan digelar di Kantor Bawaslu Provinsi Sumatera Selatan, Senin (12/10/2026). (Foto: Humas Bawaslu Provinsi Sumsel)

Palembang, BWSPLG — Alumni Sekolah Kader Pengawasan Partisipatif dan Pendidikan Pengawasan Partisipatif Kota Palembang menjadi anggota pertama komunitas Satuan Tugas Pengawasan Pemilu, Senin (12/10/2026).

Komunitas bernama SAWASLU itu dibentuk Bawaslu Provinsi Sumatera Selatan melalui audiensi di ruang rapat Bawaslu Sumsel.

“Alumni kami bukan tamu di komunitas ini. Mereka yang akan mengisinya sejak hari pertama,” kata Ketua Bawaslu Kota Palembang Khairil Anwar Simatupang.

Khairil hadir bersama Koordinator Divisi Hukum dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu Kota Palembang M. Hasbi. Hadir pula Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Humas Muslim.

Undangan audiensi dikirim Bawaslu Sumsel kepada Ketua Bawaslu Kota Palembang dan perwakilan alumni di kota tersebut. Surat tersebut meminta Ketua dan Anggota Bawaslu Kota Palembang hadir pada pembentukan komunitas.

Dalam pertemuan itu para alumni membacakan naskah deklarasi hasil musyawarah bersama. Naskah tersebut menyepakati SAWASLU sebagai wadah komunikasi, koordinasi, silaturahmi, dan pengembangan kapasitas alumni.

Kesepakatan itu menjadi dasar kerja komunitas dalam mendukung pengawasan partisipatif dan pendidikan politik masyarakat.

“Kader yang sudah dididik kini punya tempat untuk melanjutkan. Pengawasan adalah pekerjaan yang diteruskan, bukan yang diselesaikan,” ujar Khairil.

Kepala Bagian Pengawasan Bawaslu Sumsel Hendri Almawijaya menyebut komunitas itu diharapkan menjadi mitra Bawaslu dalam menjalankan fungsi pengawasan.

“Kami ingin para alumni menjadi sahabat Bawaslu, ikut membantu menjaga integritas proses demokrasi,” ujar Hendri.

Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat Bawaslu Sumsel Nana Priana menekankan pentingnya kebersamaan dalam komunitas tersebut.

“Pembentukan SAWASLU bukan sekadar wadah, tapi ruang untuk merangkul, berkoordinasi, dan tetap kompak,” kata Nana.

Sekolah Kader Pengawasan Partisipatif dan Pendidikan Pengawasan Partisipatif merupakan program pendidikan pengawasan pemilu bagi masyarakat. Keduanya menghasilkan kader yang tersebar di sejumlah kecamatan di Kota Palembang.

Komunitas itu mempertemukan alumni dua program pendidikan pengawasan dalam satu wadah.

Kehadiran SAWASLU membuat kader tersebut memiliki jalur resmi untuk tetap terhubung dengan lembaga pengawas.

Bawaslu Kota Palembang menyatakan akan melibatkan anggota komunitas dalam kegiatan pengawasan partisipatif di wilayahnya.

Masyarakat yang ingin terlibat dalam pengawasan pemilu dapat menghubungi Bawaslu Kota Palembang melalui kanal resmi lembaga. 

Penulis: Zainal Prima Putra
Editor: A. Fajri Hidayat
Foto: Humas Bawaslu Provinsi Sumsel